Antioksidan & Anti Hiperkolesterol Dari Enkapsulasi Ekstrak Rumput Gajah
[unsoed.ac.id, Rab, 04/10/23] Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dari jurusan kimia Fakultas MIPA yaitu Ai Wanda Aprilia, Alyaa Humayra, Risca Nur Rahmawati dan Tiara Apriani yang dibawah bimbingan Dr. Santi Nur Handayani, S.Si., M.Si melakukan inovasi yaitu memanfaatkan rumput gajah (Pennisetum pupureum) sebagai agen antioksidan dan anti hiperkolesterol dengan memadukannya bersama kitosan membentuk enkapsulasi nanopartikel.
Menurut Ai Wanda Aprilia, berdasarkan beberapa hasil penelitian, ternyata rumput gajah dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Rumput gajah merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktivitas antihiperlipidemia melalui mekanisme antioksidan, peningkatan sekresi kolesterol dan trigliserida melalui sistem fekal serta meningkatkan absorpsi kolesterol sehingga dapat dimetabolisme kembali di hati.
“Namun ternyata rumput gajah memiliki sifat yang mudah terdegradasi. Oleh karena itu, untuk melindungi senyawa aktif rumput gajah dari degradasi dapat dilakukan dengan memadupadankannya bersama kitosan yang termasuk ke dalam nanoenkapsulas dan dapat dibentuk dengan berbagai polimer. Paduan tersebut akan membentuk nanopartikel yang diharapkan mampu menjadi agen antioksidan dan anti hiperkolesterol dengan stabilitas yang tinggi,” ujarnya.
Rumput gajah merupakan jenis rumput-rumputan yang dapat tumbuh dengan mudah di berbagai tempat. Berdasarkan data bahwa Indonesia mampu memperoleh sekitar 2-10 ton/hektar bahan kering rumput gajah setiap tahunnya tanpa dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit dan yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6-40 ton/hektar.
Produktivitas rumput gajah yang tinggi tersebut tidak diiringi dengan pemanfaatan secara maksimal. Sampai saat ini pemanfaatan rumput gajah digunakan sebagai pakan ternak. Oleh karena itu, ketersediaan bahan alam yang melimpah seperti rumput gajah harus dimanfaatkan sebaik-baikmya. Pemanfaatan tersebut dapat berupa penelitian yaitu menguji apakah rumput gajah dapat berpotensi sebagai agen antioksidan dan Anti hiperkolesterol.
“Saat ini hiperkolesterolemia masih menjadi masalah kesehatan yang mengganggu metabolisme dalam tubuh. Peningkatan kadar kolesterol diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian dan 29,7 juta kecacatan per tahun. Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit,” ungkapnya.
Kadar kolesterol tinggi telah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi dan obesitas. Hiperkolesterolemia tidak hanya menjadi permasalahan orang dewasa. Akhir-akhir ini, pada remaja atau pelajar juga sudah mulai banyak dijumpai hiperkolesterolemia. Hal tersebut disebabkan oleh maraknya pola hidup yang tidak sehat. Terutama kemudahan mendapatkan makanan yang tinggi kolesterol dan perkembangan teknologi informasi mendukung remaja untuk melakukan pola hidup sedentari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiperkolesterolemia pada pelajar sekitar 10-11%. Prevalensi ini meningkat sekitar 23-40% pada remaja yang obesitas.
Hal tersebut menggugah tim PKM kami untuk mencari solusi mengenai permasalahan tersebut dengan memanfaatkan bahan alam yang melimpah dan mudah ditemukan serta terjangkau yaitu dengan menguji rumput gajah sebagai antioksidan dan anti hiperkolesterol yang dimodifikasi dengan kitosan membentuk nanoenkapsulan.” Urainya.
“Melalui program PKM ini, Tim kami berharap dapat menghasilkan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan bahan alam yang melimpah yaitu rumput gajah. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023 yang lolos didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tim PKM kami berharap agar ide kreatif ini dapat menginspirasi generasi muda dan masyarakat lainnya untuk semakin inovatif,” pungkasnya.
#unsoedmajuterus
#merdekamajumendunia