Skip to main content

Enam Pandega UNSOED Ikuti Penilaian EAGLE SCOUT Banyumas

[unsoed.ac.id, Sen, 16/11/20] Racana Soedirman UNSOED berhasil mendelegasikan enam anggotanya dalam Penilaian dan Pencapaian Pramuka Pandega Garuda (Eagle Scout) Kwartir Cabang Banyumas. Para delegator telah mengikuti sejumlah tahapan penilaian, yaitu bidang administrasi, wawancara, bahasa dan keterampilan kepramukaan, Sabtu (14/11).

Seperti diketahui, Pramuka Garuda merupakan tahapan proses pencapaian kecakapan terakhir dalam pendidikan kepramukaan bagi peserta didik. Mulai dari tingkatan Pramuka Siaga (usia 7-10 tahun) sampai Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun). Pencapaian Pramuka Garuda Pandega ditempuh melalui penilaian oleh tim asesor Kwartir Cabang Banyumas.

Asesor Penilaian Pramuka Garuda, Musmuallim menyampaikan, tahap awal peserta dicek kelengkapan administrasi, apabila terdapat kekurangan maka peserta diminta untuk melengkapi. Tahapan wawancara untuk memastikan kesiapan personality, wawasan umum dan penguasaan bahasa asing. “Bagi peserta yang dinyatakan lulus berhak untuk mengikuti proses pencapaian dengan dilantik menjadi Pramuka Pandega Garuda. Kebanyakan peserta lemah dalam tertib administrasi dan penguasaan bahasa asing secara aktif,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Musmuallim, tim asesor mendorong agar peserta menguasai dasar-dasar bahasa asing terutama dalam percakapan dan presentasi yang dilakukan secara spontanitas. Selain itu, pihaknya berharap agar sepuluh syarat kecakapan khusus wajib dapat dicapai dan lima jenis tanda kecakapan khusus dapat dipasang pada baju seragam peserta. “Pramuka Pandega Garuda adalah teladan, maka performance dan kepribadiannya harus menunjukkan contoh baik bagi Pramuka lainnya. Terlebih bagi Pramuka Garuda berprestasi yang menempati ranking pertama berhak maju ke tingkat Kwarda Jawa Tengah,” terang Dosen Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman / FT UNSOED tersebut.

Peserta delegasi UNSOED, Khusnul Khotimah menjelaskan, motivasi mengikuti seleksi ini sebagai pencapaian tahap akhir Pramuka Pandega. Turut serta dalam mengembangkan diri untuk bersiap terjun ke masyarakat melalui kegiatan Pramuka. “Saat ini sudah tahap akhir kuliah, tinggal proses akhir skripsi dan wisuda. Kesempatan akhir ini digunakan untuk mengabdi dan berbakti melalui pendidikan dalam Gerakan Pramuka,” ungkapnya.

Khusnul menambahkan, meski sudah diakhir proses kuliah, namun dirinya masih semangat mengabdi. Mengasah keterampilan dan pengembangan diri melalui peningkatan kecakapan dan keteladanan. “Masih ada beberapa catatan administrasi yang perlu dilengkapi, termasuk pencapaian sepuluh syarat kecakapan khusus wajib. Ke depan berharap dapat lulus pada tahapan ini dan dilantik menjadi Pramuka Pandega Garuda,” harap mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tersebut.

Maju Terus Pantang Mundur Tak Kenal Menyerah!