Skip to main content

Kuliah Umum Ulas Pengendalian Hayati Penyakit Tumbuhan

[unsoed.ac.id, Kam, 30/06/22] Bertempat di ruang A.016 gedung Pascasarjana, Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berlangsung kuliah umum dengan topik Pengendalian Hayati Penyakit Tumbuhan dalam Pertanian Berkelanjutan. Hadir sebagai narasumber kuliah umum Prof. Dr. Ir Abdul Latief Abadi, M.S (Guru Besar bidang Hama Penyakit Tumbuhan dari Universitas Brawijaya Malang). Kuliah umum diikuti oleh 60 mahasiswa program Pascasarjana Fakultas Pertanian dan mahasiswa program S1 yang tertarik dengan kajian hama penyakit tanaman.

Kegiatan kuliah umum diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Pascasarjana Fakultas Pertanian Dr. Ir. Saparso, M.P. Dalam kesempatan ini korprodi menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber, panitia dan pimpinan fakultas pertanian atas fasilitasinya dan dukungan positif terhadap kegiatan kuliah tamu. “Kegiatan ini dapat membangun atmosfer akademik yang bagus di lingkungan kampus”, ungkapnya.

Dalam pemaparannya Prof.Dr.Ir Abdul Latief Abadi menyampaikan bahwasanya pengelolaan penyakit tanaman merupakan bagian dari Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu (PHT), yang pada dasarnya PHT merupakan bagian penting dari pengelolaan Agroekosistem yang sehat. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan usaha untuk melakukan kegiatan budiddaya pertanian yang sehat meliputi pengolahan tanah yang sesuai dengan kaidah konservasi, penggunaan input pupuk dan pestisida organic.

Baca juga : Lembaga Sertifikasi Profesi UNSOED Siap Beroperasi

“Jika Agroekosistem sudah dikelola dengan baik maka dengan sendirinya akan terjadi keseimbangan di lingkungan pertanian sehingga alam dapat memberikan daya dukung maksimal dan potensi produksi komoditas pertanian yang dibudidayakan sesuai yang diharapkan”, jelasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa pengendalian hayati tanaman adalah kegiatan memusnahkan dan mengendalikan patogen dengan memanfaatkan aktifitas mikroba lain. Contoh agensia hayati dapat berupa bakteri dari genus Bacillus sp  maupun jamur dari golongan Trichoderma  sp. Salah satu yang sudah diproduksi dan diedarkan ke petani adalah Bio P 60 dan Bio T10 hasil penemuan Prof Loekas Soesanto. [ohr-fp]

#unsoedmajuterus