Bersama Wabup dan DLH, B2W UNSOED Deklarasi Aksi Sejuta Sepeda
[Unsoed.ac.id,6 Juni 2022] Dinas Lingkungan Hidup Banyumas di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama komunitas sepeda melakukan aksi gowes dengan tajuk Sejuta Sepeda Satu Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Sepeda Dunia dan Hari Lingkungan Hidup 2022 di Start di Pendopo Si Panji dan Finish Menara Pandang Purwokerto, Minggu (5/6). Aksi sejuta sepeda di Hadiri oleh Bupati Banyumas yang diwakili Wakil Bupati Banyumas Bapak Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas Ir Junaidi MT, DLH, Ketua B2W Purwokerto Nurul Hidayat (Dr.ENHA) serta Lebih Kurang 1000 Peserta dari (60 Komunitas Sepeda Banyumas dan Purwokerto). Acara juga dilanjut menanam pohon disekitar Menara Pandang Purwokerto.
Dr. ENHA yang juga ketua B2W UNSOED dan Dosen Jurusan Informatika FT UNSOED menyatakan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022, ia kembali mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk peduli pada lingkungan. “Fokus kita adalah edukasi, kampanye, advokasi, dan sosial terkait kegiatan bersepeda. Karena itu, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, kami Pencinta Bersepeda Indonesia dari berbagai kalangan, yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, sepakat untuk mengeluarkan Deklarasi Manggala,” kata Nurul saat acara Aksi Sejuta Sepeda yang bertitik finish di Menara Pandang Purwokerto, Minggu (5/6/2022).
Ia menyebutkan bahwa para Pencinta Bersepeda Indonesia setuju untuk pertama, berkomitmen memasyarakatkan budaya bersepeda untuk beraktivitas sehari-hari dan berolahraga, di semua sektor kehidupan. “Kedua, kami para Pencinta Bersepeda Indonesia juga setuju untuk bersama dengan organisasi bersepeda internasional, nasional, regional, dan daerah, didukung komitmen pemerintah, bergerak mewujudkan satu Bumi untuk masa depan,” ujarnya.
Ketiga, lanjut Dr. ENHA, adalah para Pencinta Bersepeda Indonesia siap siaga berpartisipasi untuk terwujudnya jalur-jalur bagi pesepeda, baik di pusat, ibu kota provinsi, dan di kota/kabupaten se-Indonesia. Juga, menggalakkan terbangunnya jalur-jalur khusus pesepeda di daerah.
“Keempat, kami juga siap bersinergidengan program-program pelestarian lingkungan hidup, seperti Program Langit Biru, Program Kali Bersih, Pantai Lestari, Indonesia Tertib Kelola Sampah, menggalakkan Desa Wisata, serta penghijauan dan kegiatan konstruktif lainnya,” ujarnya.
Dan untuk poin kelima, Dr. ENHA menyatakan bahwa para Pencinta Bersepeda Indonesia juga siap menjadi pelopor budaya tertib bersepeda sesuai peraturan dan untuk Indonesia yang ramah lingkungan.
Nurul Hidayat mengungkapkan kegiatan tersebut untuk mengingatkan semua bahwa sepeda, yang hampir 2 abad menjadi manifesto peradaban manusia, adalah alat yang bisa memberikan solusi di tengah banyaknya masalah.
"persoalan kita, kesehatan, kemacetan, polusi udara dan juga yang tak kalah penting perlawanan terhadap perubahan iklim", terangnya. (ENHA)