Skip to main content

Simulasi Divisi Gunung Hutan : Teguhkan Langkah Mengikis Terjalnya Lereng Slamet

[unsoed.ac.id, Sab, 11/05/24] Anggota Muda Cakar Karang Divisi Gunung Hutan telah berhasil melaksanakan kegiatan Simulasi Pengembaraan Divisi Gunung Hutan di Kalipagu, Kamis - Sabtu, 09 - 11 Mei 2024.  Kegiatan diikuti oleh 6 anggota yaitu Alfa Ihsan Ramadhan, Alifia Rahmawati, Melisa Setiowati, Muhamad Irsal Yaksha, Muhammad Fathoni Atthoriq dan Naila Andina Amaralita serta (2) pendamping yaitu Nur Azizah (NRP.UPL-2022498/EB) dan Indra Kurnia Wicaksono (NRP.UPL-2023504/EK).

"Simulasi ini merupakan serangkaian kegiatan pengembaraan Anggota Muda yang bertujuan untuk mempersiapkan Anggota Muda  dalam penguasaan materi dasar Gunung Hutan yang meliputi navigasi darat, Search And Rescue (SAR), survival, ilmu penaksiran dan manajemen perjalanan.", tutur Azizah selalu pendamping.

Azizah bercerita, pada hari pertama operasional dimulai dengan perjalanan menuju basecamp Mamake.  Setibanya di basecamp kami melakukan plotting titik start dan senam pagi sebelum memulai perjalanan. Dalam perjalanan kami berpapasan dengan monyet, bangkai trenggiling serta flora fauna lainnya. Sungai Kalimanggis kami jadikan tempat untuk melakukan materi penaksiran lebar sungai dan kecepatan arus sungai.  Selanjutnya kami melakukan aktivitas camp dan membuat perapian.

Selanjutnya hari kedua operasional menjadi hari paling krusial dalam kegiatan simulasi ini. Dimana jiwa, raga dan mental kami dipaksa lebih kuat dari biasanya. Praktik SAR dan survival menjadi targetan materi hari ini. Punggungan terjal serta lembahan curam berhasil kami taklukan, hanya tinggal satu punggungan lagi maka kami akan sampai di Papringan. Namun, bukannya pohon bambu  tetapi semak lebat yang kami dapati dan kami rasa lokasi tersebut belum pernah dilewati sebelumnya.

“Ya, kami tersesat. Mental dan psikologis kami diuji disitu, namun canda tawa tetap terdengar walaupun terbesit rasa cemas dan bingung dalam diri kami. Kami berhasil menjaga psikologis dan akhirnya kami menemukan jalan," lanjut Azizah

Sedangkan pada hari terakhir operasional diawali dengan praktik pembuatan jerat baik jerat mematikan maupun jerat melumpuhkan. Setelah sampai di hutan damar kami melakukan penaksiran cuaca dengan melihat kondisi awan dan burung yang berterbangan.

#unsoedmajuterus

#merdekamajumendunia