UNSOED Berkontribusi Untuk Wujudkan Petani Sehat Dan Berdaya
[unsoed.ac.id, Sen, 04/04/22] Dampak pandemi dirasakan suruh masyarakat di Indonesia termasuk petani di desa sebagai penghasil bahan makanan pokok yang sangat dibutuhkan seluruh masyarakat. Universitas Jenderal Soedirman / Unsoed berkolaborasi dengan LPDP melakukan suatu kajian riset desa untuk pemberdayaan masyarakat di desa. Adapun tema riset desa yang diketua oleh Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes(Epid) dan beranggotakan Dr. Dwita Darmawati, SE, M.Si, Dyah Susanti S.P, M.P dan dr. Zaenury Sp.KF, M,Si.Med adalah “Desa Tangguh Pandemi Covid-19 berbasis Petani Seber (Sehat dan Berdaya)”.
Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes(Epid) mengatakan bahwa pertanian merupakan sektor penopang ketahanan pangan (food security) yang krusial saat terjadinya krisis ekonomi selama masa pandemi. Tidak hanya sebatas bertahan hidup, akan tetapi juga terkait asupan gizi masyarakat yang berperan meningkatkan imunitas tubuh. Peningkatan kesehatan dan keberdayaan petani dalam memproduksi bahan pangan dan gizi, utamanya padi sebagai bahan pangan utama masyarakat Indonesia perlu diupayakan. “Universitas Jenderal Soedirman / Unsoed telah menghasilkan varietas unggul padi dengan kandungan protein dan Zn tinggi yang telah dilepas berdasarkan SK. Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Nomor 980/HK.540 /C/10/2020 dengan nama Inpago Unsoed Protani yang dirakit melalui persilangan setengah dialel dan telah dikaji stabilitas hasilnya melalui serangkaian uji multilokasi”, ungkapnya.
Intervensi teknologi, salah satunya dalam bentuk varietas unggul Inpago Unsoed Protani diharapkan mampu meningkatkan produksi, mendukung kesehatan dan keberdayaan petani secara ekonomi dalam menjaga ketahanan pangan selama pandemi Covid-19. Peningkatan resiliensi petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran sebagai penopang ketahanan nasional dalam menghadapi pandemi melalui penguatan teknologi di bidang pertanian dalam bentuk penggunaan varietas unggul padi fungsional, aspek kesehatan serta ekonominya perlu dikaji sebagai dasar pengembangan model desa tangguh pandemi Covid-19 berbasis Petani Sehat dan Berdaya (Seber) di Era Pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan kompetensi lulusan perguruan tinggi melalui implementasi program MBKM, yaitu pembelajaran mahasiswa di masyarakat dan mengembangkan model petani yang sehat dan berdaya di masa pandemi”, jelasnya. Pada kegiatan ini melibatkan 5 mahasiswa dari berbagai prodi dalam menyelesaikan tugas akhir. Adapun lokus yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.
Tahapan kegiatan meliputi : 1)Pengukuran status kesehatan petani, petani akan diukur status gizi, Hb, tekanan darah, kolesterol (trigliseril, LDL dan HDL), asam urat dan gula darah. Pada tanggal 30 Maret 2022 sudah dilakukan pemeriksaan Kesehatan pada petani, jumlah petani yang diperiksa sebanyak 100 orang. Tim peneliti bekerja sama dengan pihak PRODIA dalam melakukan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan. Pengetahuan, sikap dan perilaku saat pandemi pada petani juga diidentifikasi 2) Fokus Group Discusion (FGD) masalah petani dari aspek teknologi pertanian dan budidaya 3) FGD masalah petani dari aspek ekonomi dan manajemen 4)Kaji terap produk unggulan varietas inpago Unsoed (demplot) 5)Workshop model desa tangguh pandemi berbasis petani seber.
#unsoedmajuterus