Bangun Closed House Baru UNSOED Tingkatkan RGU
[unsoed.ac.id, Jum, 10/05/24] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas yang menunjang kemajuan akademik sekaligus mendatangkan pendapatan bagi Universitas. Salah satunya dengan membangun kendang ayam closed house baru di area Gunung Tugel.
Dalam wawancara dengan tim humas Unsoed di ruang kerjanya, Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc. menjelaskan tentang pembangunan kandang ayam closed house baru di Area Gunung Tugel dan kapasitas kandang.
“Sekarang kita membangun kandang D, yang ini kapasitasnya itu sama dengan kandang B dan C. Jadi Unsoed sekarang menyebut kandang ayam yaitu A,B,C dan D. “Untuk yang A itu di Karang Wangkal, B,C dan D itu di Gunung Tugel dan kapasitas kandang A,B dan C yaitu masing-masing 20 ribu ekor, sedangkan yang D mempuyai 40 ribu ekor," ujar Dr Adi.
Pada Selasa (06/05/24), Kepala BPU juga menyampaikan bahwa sumber pendanaan pembangunan kandang ayam D adalah dari PNBP sehingga mendukung Unsoed dalam persiapan menjadi PTN BH.
Dr. Adi Indrayanto berharap agar Kandang Ayam Closed House yang baru dapat memberikan kontribusi pendapatan yang baik bagi Universitas dan investasi yang cepat kembali. Adapun sumber dana pembangunan tidak semua dari PNBP, khusus untuk pengadaan peralatan kendang menggunakan dana revitalisasai perguruan tinggi.
Kepala BPU menegaskan dalam usaha kandang ayam ini menggunakan konsep inti dan plasma. “Kami sebagai plasma, kami menerima, bibit dari inti, kemudian kita kembangkan dan konsep inti plasma, tugasnya, memelihara terus diambil,” ujarnya.
Lebih lanjut Dr. Adi menjelaskan tentang manfaat lain dari usaha kandang ayam yang menunjang kegiatan akademik adalah sebagai sarana pembelajaran dan tempat magang bagi mahasiswa.
“Pembangunan Closed House baru diharapkan dapat memberikan peluang mahasiswa untuk memperoleh Pendapatan tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktekan secara langsung ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah,” harap Dr. Adi.
Dr. Adi menjelaskan bahwa Kandang Ayam Closed House merupakan salah satu sumber pendapatan Universitas yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha (BPU).
“Sebagai informasi saja di tahun 2023 pendapatan BPU itu sudah naik mungkin 100% dari tahun sebelumnya, Jadi tahun 2023 pendapatan kita itu 6,2 miliar per tahun dan tahun 2024 kita menargetkan sebesar 7,5 milyar. Untuk kandang ayam kami menargetkan pendapatan dari investasi sebesar 1 milyar ,“ ujar Dr Adi.
Kepala BPU menginformasikan untuk beberapa tahun kedepan Unsoed juga berencana menambah kandang ayam. “Kami juga ingin membangun kandang E dan F di kawasan Gunung Tugel yang masih luas ini,”pungkas Dr. Adi.
Diharapkan keberadaan kandang ayam yang semakin bertambah akan meningkatkan pendapatan untuk Unsoed dan memberikan peluang sebagai tempat magang dan tambahan pendapatan bagi mahasiswa.
#unsoedmajuterus
#merdekamajumendunia