Gubernur Jateng Isi Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-58 Faperta UNSOED
[unsoed.ac.id, Rab, 11/11/20] Fakultas Pertanian / Faperta Unsoed merayakan Dies Natalis ke-58, Rabu (11/11). Acara yang berlangsung secara virtual ini mengangkat tema “Perspektif kebijakan digitalisasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di era industry 4.0”. Hadir Gubernur Jawa Tengah, Rektor Unsoed, Dekan Faperta Unsoed, Anggota Senat Faperta, Tenaga Pendidik, dan kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, dan undangan.
Dekan Faperta Dr. Ir Anisur Rosyad MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa di usianya yang ke-58 Faperta Unsoed selain sudah banyak meluluskan Sarjana, Ahli Madya, Magister, dan juga Doktor, juga melalui para penelitinya Faperta sudah banyak menghasilkan karya-karya teknologi inovatif di bidang pertanian, dan dibidang pangan. Karya-karya tersebut meliputi varietas unggul padi, dan beberapa olahan pangan sebagai jalan keluar untuk diversifikasi, dan ada juga karya inovatif yaitu Biopestisida / pestisida nabati yang sudah digunakan masyarakat Indonesia. “Faperta Unsoed kiranya akan terus melanjutkan temuan-temuan dibidang pangan dan pertanian dan akan terus dikembangkan untuk memberiekan kontribusi bagi bangsa dan negara khususnya bagi para petani. Sesuai dengan samboyan kami Faperta Unsoed adalah Sahabat petani”, ungkap Dekan.
Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo SH.,M.IP dalam orasi ilmiahnya menyampaikan materi yang berjudul “Kebijakan Digitalisasi Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan”. Ketahanan pangan terkait dengan tersedianya pangan yang cukup, aman, dan bergizidari pangan lokal. Selain itu adanya keanekaragaman pangan, kecukupan pangan secara kualitas dan kuantitas, keterjangkauan akses fisik & ekonomi terhadap sumber pangan, dan distribusi yang stabil.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa peran Faperta Unsoed sangat penting. “Ada beberapa hasil riset, varietas-varietas hebat dan itu menurut saya menjadi penting untuk segera dilaunching kemudian kita uji cobakan, kita generalisasi sehingga kita kan semakin cukup”, ungkap Gubernur.
Sistem ketahanan pangan yang harus dipersipkan meliputi subsitem ketersedian (produksi dalam negeri, impor, dan cadangan), subsistem distribusi (aksesibilitas, fisik, dan ekonomi), dan subsistem konsumsi & keamanan(kualitas pangan, keseimbangan gizi, mutu, dan keamanan diversifikasi pangan).
Terkait transformasi digital, Gubernur mengatakan banyak petani lokal hanya mengandalkan cara tradisional mulai dari menetukan lahan, menentukan bibit, pengelolaan tanaman, pengelolaan masa panen hingga pascapanen. “Kini hal itu berubah kearah digital tanpa meninggalkan cara lama”, jelas Gubernur. Manfaat digitalisasi pertanian yaitu memberi kemudahan kepada petani mulai dari distribusi pupuk hingga pendampingan, dan juga dapat menghubungkan petani dengan mitra.
Di Jawa Tengan terdapat sistem logistik daerah / SISLOGDA yang bertujuan untuk memotong rantai distribusi, harga wajar untuk produsen dan konsumen, tingkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan stabilitas pangan.
Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir Suwarto atas nama civitas akademika Unsoed mengucapkan terima kasih, dan penghargaan yang luar biasa atas kesediaan Gubuner Jawa Tengah memberikan kuliah terkait digitalisasi pertanian. “Semua tridharma khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kami arahkan pada pengambangan pedesaan dan pengembangan sumberdaya pedesaan khususnya pedesaan di Jawa Tengah”, ungkap Rektor.
Maju Terus Pantang Mundur, Tidak Kenal Menyerah!