Tim PKM UNSOED Enkapsulasi Biopestisida Manfaatkan Metabolit Sekunder Streptomyces aureus
[unsoed.ac.id, Kam, 07/09/23] Tim PKM Riset Eksakta UNSOED melakukan penelitian pembuatan enkapsulasi biopestisida berbasis Spirulina maxima Nanopartikel dan ε-poly-l-lysine (ε-PL) Nanogel untuk meningkatkan efisiensi pengendalian Fusarium oxysporum f.sp lycopersici. Tim PKM-RE ini diketuai oleh Fahmi Khairul Yusuf (A1D021131) yang beranggotakan Ayu Azkiyah (A1D021027), Alif Ardandi (A1D022160), Alfiansyah Khafid Abdillah (A1D021156), dan Kristina Pasaribu (A1D020017) yang dibimbing oleh Dina Istiqomah, S.P., M.Sc.
Fahmi mengatakan tim ini dibentuk karena melihat dari adanya serangan Fusarium sp. yang sering menyerang tanaman pangan dan hortikultura yang sering menyebabkan kehilangan hasil yang relatif besar. Pengendalian yang dilakukan oleh petani dalam skala besar masih dengan penggunaan pestisida kimia yang pelaksanaannya di lapang sering tidak sesuai dengan petunjuk aplikasi. “Hal tersebut tentunya berbahaya karena dapat meningkatkan resistensi patogen terhadap pestisida, mengurangi sensitivitas pestisida serta menimbulkan ancaman bagi manusia,” ungkapnya.
Baca juga : Mahasiswa UNSOED Raih Prestasi di Art Festival Competition 2023
Di sisi lain terdapat sebuah potensi pembuatan biopestisida dengan memanfaatkan bakteri Streptomyces aureus yang mampu menghasilkan berbagai macam metabolit sekunder dengan potensi aktivitas antimikroba, salah satunya ε-poly-l-lysine (ε-PL). Senyawa ini diketahui memiliki kemampuan sebagai antijamur yang efektif di berbagai jamur patogen.
Menurutnya applikasi biopestisida di lapangan selalu dihadapkan dengan ancaman berupa penurunan efektivitas biopestisida karena adanya pengaruh lingkungan. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengatasi hal ini yaitu Spirulina maxima, karena dapat memberikan stabilitas pada konodia karena kandungan lemaknya, meningkatkan daya tarik pada aktivasi bioformulasi dengan penambahan air yang menghasilkan jumlah CO2 yang lebih besar melalui aktivitas fotosintesis. “Adanya inovasi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan serangan Fusarium sp dan juga mengurangi penggunaan pestisida kimia oleh petani,” harapnya.
#unsoedmajuterus
#merdekamajumendunia