Tim PKM UNSOED Teliti Sustainabilitas PNPM Mandiri Perkotaaan Pasca Berakhirnya Program
[unsoed.ac.id, Rab, 27/09/23] Salah satu kewajiban pemerintah adalah menyelesaikan permasalahan publik. Apabila permasalahan publik diperkirakan terus ada, maka diperlukan kebijakan yang diharapkan terus berlanjut.
Salah satu program yang pemecahannya memerlukan keberlanjutan adalah kemiskinan. Pendekatan paling strategis dalam pengentasan kemiskinan adalah program pemberdayaan (Nugroho,2011; Tirani, 2020). Salah satu contoh program pemberdayaan yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.
Terdapat dua model dalam PNPM, yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PNPM Mandiri Perdesaan. Program ini dimulai pada tahun 2007 dan diberhentikan secara program pada tahun 2014. Sayangnya, pasca-diberhentikan secara program banyak PNPM Mandiri, baik perkotaan maupun perdesaan yang tidak sustainable.
Meskipun demikian, tedapat PNPM Mandiri Perkotaan yang tetap sustainable. Salah satunya yaitu PNPM Mandiri Perkotaan Desa Sambeng Wetan Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sustainabilitas PNPM Mandiri Perkotaan Desa Sambeng Wetan di tengah banyaknya program serupa yang sejenis menarik untuk dikaji.
Argumen yang mendasarinya yaitu PNPM Mandiri Perkotaan didesain untuk masyarakat perkotaan, meskipun Desa Sambeng Wetan reltif dekat dengan Purwokerto, tetapi kultur perdesaannnya masih kental. Di samping itu, pelaksanaan program ketika program tersebut masih berjalan tentu berbeda dengan pelaksanaan program ketika dinyatakan berhenti, patut diduga terdapat makna tertentu atas PNPM Mandiri Perkotaan baik bagi pelaksana program maupun masyarakat sasaran program.
Argumen ketiga yaitu Sustainabilitas PNPM Mandiri Perkotaan Desa Sambeng Wetan Kecamatan Kembaran diperlukan informasi teoritiknya agar dapat direplikasi pada program serupa sehingga dapat mewujudkan sustainabilitas program pemberdayaan dalam rangka pengentasan kemiskinan.
Fenomena menarik ini tengah diteliti oleh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dengan ketua tim Latifah Nur`Aini dengan Dr. Alizar Isna, S.Sos., M.Si. selaku dosen pendamping. Penelitian tersebut merupakan salah satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Sosial Humaniora (RSH) yang mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan judul “Sustainabilitas PNPM Mandiri Perkotaaan Pasca-berakhirnya Program (Studi Kasus di Desa Sambeng Wetan Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas)”.
#unsoedmajuterus
#merdekamajumendunia